 |
| My Experience |
Berjumpa lagi dengan blog carathaya, kali ini saya akan menulis pengalaman pribadi saya pertama kali memulai usaha atau bisnis. Sebenarnya ide membuat tulisan ini muncul saat saya membuka foto-foto pada waktu saya menimba ilmu di salah satu perguruan tinggi di kota pelajar Yogyakarta. Ya masa kuliah masa yang menurut pendapat pribadi saya adalah masa dimana kita ditempa untuk menjadi lebih mandiri, menjadi lebih peka terhadap lingkungan sosial disekitar kita dan sebuah proses untuk menemukan jati diri yang sebenarnya dalam diri kita. Di koleksi foto tersebut ada foto saat saya dengan empat orang teman kuliah saya membuka usaha jual beli komputer baru dan bekas serta jasa perbaikan komputer.Kenapa kita berlima memilih jenis usaha itu karena memang pada saat itu kami kuliah dengan jurusan informatika. Ya bisa dibilang usaha patungan karena modalnya berupa gabungan modal kami berlima yang terbilang sangat minim, ya maklum modal dari kita mengumpulkan sedikit demi sedikit dari uang kiriman orang tua, tapi karena didorong rasa ingin mempunyai suatu pengalaman dalam berwirausaha akhirnya saya dan kawan-kawan saya membuka usaha itu.
Dalam proses untuk memulai usaha patungan itu ternyata tidak segampang yang kita berlima pikirkan pada awalnya. Ternyata banyak hal-hal yang sebenarnya harus dipersiapkan terlebih dahulu oleh kita berlima tapi tidak kita lakukan, seperti pemilihan tempat usaha, tempat display barang dan lain-lain, dan akhirnya pun semua dikerjakan serba mendadak.Ya namanya juga pada saat itu jiwa muda yang berperan jadi semua persiapan tidak dipikirkan secara matang karena hanya modal nekat dan semangat. Toh akhirnya jadi juga kita berlima membuka usaha itu walaupun sebelumnya terdapat banyak pendapat yang harus kita satukan, walaupun kadang-kadang kita masih melibatkan rasa egois yang besar untuk mempertahankan pendapat masing-masing.
Setelah semua persiapan dilakukan yaitu memilih dan menyewa tempat usaha yang pada saat itu kita berlima beruntung mendapatkan sewa yang sangat murah akhirnya kita sepakat untuk menyewa selama satu tahun dulu, maklum modal menipis. Pada saat berjalan pun di tempat usaha belum ada produk yang akan dijual alias masih kosong tempat displaynya. Tapi kita tidak kurang akal kita pajang saja komputer masing-masing yang ada di kos supaya kelihatan penuh tokonya. Toh juga sesuai dengan jenis usahanya kan jual beli komputer baru dan bekas. Diminggu pertama membuka usaha bisa dibilang cukup sukses untuk ukuran bisnis mahasiswa dengan modal cekak. Kita pun berpikir bagaimana cara nya mendapatkan barang dagangan alias mencari distributor hardware komputer, setelah tanya sana sini dan ada juga yang kebetulan distributor menemukan tempat usaha kami ketika mereka melakukan canvasing untuk memperluas jaringannya. Akhirnya display kita pun ada produk yang dijual. Ya akhirnya kami berhasil mempunyai usaha, dan berkembang cukup baik dalam bulan-bulan berikutnya, hal ini juga tidak lepas dari booming nya penggunaan komputer apalagi didukung dengan booming Intel Pentium IV pada saat itu serta jasa service yang lumayan menumpuk bgi kami. Setelah dua tahun berjalan dan modal kami pun juga sudah kembali dan usaha kami berjalan dengan baik.
Ya itulah sejumput kisah pengalaman saya pertama kali membuka usaha yang awalnya hanya modal nekat tanpa memikirkan resiko yang akan dialami. Mungkin jika tidak nekat kami berlima tidak akan merasakan pengalaman mempunyai usaha. Jika anda sudah mempunyai ide untuk usaha jangan terlalu memikirkan resikonya karena semua hal pun pasti ada resikonya, tinggal bagaimana caranya kita berani untuk mengambil resiko tersebut.Saya yakin dengan bekerja keras usaha anda akan terus berkembang.